Monday, 21 July 2014

Sampai Infiniti

Ketika hujan akhirnya berhenti dan mengusir mimpi dari realisis, ketika itu magis hadir kembali. Dan matahari yang melewati si penangkap mimpi, ia bererti -- kita sampai infiniti.


Tak usah kau terangkan ku tahu,
potret wajahmu di setiap penjuru,
curahkan deritamu padaku,
biarku rasa apa yang kau lalu..

Terang terang,
bersama rasa sayang,
ku biarkan kau terbang,
terang terang,
sudut kecil ku isi,
untuk senyuman mu lagi..


Lagu Kotak Hati nyanyian Hujan perlahan-lahan mengisi setiap sudut kereta kecil itu, dan satu-persatu lirik lagu itu menerjah masuk mengisi segenap hati aku. Hujan baru usai berhenti, setelah sekian lama ia turun tanpa pernah kira waktu -- dalam hati. Si penangkap mimpi yang berayun perlahan-lahan di tiup angin sejuk penghawa dingin, di sinari cahaya mentari petang sedang aku masih dalam perjalanan pulang. Iya aku sedang pulang, setelah sekian lama aku sesat -- kini aku sedang pulang, ke "rumah".


Dan sampai satu masa kelak, kita berdua akan melangkah masuk ke dalam "rumah kita", bersama sampai ke infiniti.

No comments: