Friday, 4 July 2014

Ke Masa Depan

"Assalammualaikum."

Perlahan-lahan dia menoleh ke arah suara itu, sebelum tersenyum. "Waalaikumsalam." Buku yang masih berada di genggaman dikatup perlahan, seolah pembacaannya terus tamat seiring dengan penantiannya. Iya penantian, yang entah dari sejak bila dia begitu setia berada di atas tembok ini. Bertemankan buku dan kopi, menunggu kehadiran sesuatu atau seseorang di sini. Pemilik suara itu menghulurkan tangannya, dan perlahan-lahan dia menyambut sebelum melompat turun dari tembok tempat duduknya. Dan mereka saling berpandangan.

"Dah lama kamu tunggu saya?" Tanya lelaki itu.

"Agaklah, kamu ke mana selama ini?" Tanya si gadis pula.

"Mencari kamu, sampailah saya tiba di hadapan fountain cinta ini." Dan si gadis katarsis, lalu tersenyum manis.

"Yang penting, saya sudah sampai. Dan kita, sudah bertemu. Semula."

Lalu mereka berdiri beriringan, sambil memandang ke arah fountain cinta si gadis berkata "Aku sudah kembali, tanpa sebarang luka di hati. Dan kami, akan berjalan menuju masa depan. Selangkah lebih jauh, terbang lebih tinggi dan kali ini tidak lagi sendiri."

"Iya, ayuh melangkah lebih jauh. Bersama."

99 hari tempoh perkenalan, 4 acara, 2 sesi mengopi, 6 ritual hari Ahad, 1 kejutan, 2 eskapis dan cipta lebih berpuluh ratus ribu memori, bersama keluarga, bahagia dan teman-teman yang kita suka. -A.R, 2014.

No comments: