Thursday, 18 October 2012

Nadya dan Surat Kecil Untuk Tuhan

“Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu.

: Aku ingin orang itu selamanya aku. ”
Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil.

Sedang aku melayari maya aku terjumpa dengan quote di atas di bawah kategori cinta. Mestilah aku sentiasa mahu mencari cinta, semua orang mahukan cinta di dalam hidup mereka. Cuma cinta itu tak semudah yang kita impikan, tak semudah dengan hanya taip "ON CINTA" dan hantar ke 89129. Ia tak semudah itu. Aku tertarik dengan ayat di atas, sangat penuh makna bagi aku. Jadi aku pun telah menggunakan bantuan khidmat carian Google untuk mengetahui siapakah dia yang memiliki nama seakan aku tapi penulisan dan bahasa yang sangat indah ini.


Abdurahman Faiz lahir di Jakarta, 15 November 1995. Ia telah menulis puisi sejak berusia 5 tahun. Namanya mulai dikenal publik ketika ia menjadi Juara I Lomba Menulis Surat untuk Presiden tingkat nasional yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta (2003). Pertama kali Faiz tampil membacakan puisi-puisinya yang pada waktu itu belum dibukukan, adalah atas undangan Nurcholish Majid pada acara peluncuran buku beliau yang mengundang ribuan tokoh nasional. Saat kelas II SD puisi Faiz “Sahabatku Buku” menjadi juara Lomba Cipta Puisi Tingkat SD seluruh Indonesia yang diadakan Pusat Bahasa Depdiknas (2004).

Info di atas saya salin dan tampal daripada link berikut http://www.goodreads.com/author/show/866771.Abdurahman_Faiz .  Boleh buka untuk tahu lebih lanjut tentang penulis ini.

Setelah membaca beberapa quote lain daripada buku Nadya : Kisah dari Negeri yang Menggigil seperti “Apakah cinta selalu menyediakan airmata?” dan “Tapi kitalah masa depan kanak kanak yang harus menjalin airmata negeri menjadi cahaya” saya telah membuat satu keputusan drastik. Buku ini akan masuk ke dalam buku yang saya mahu baca, dan jika saya harus ke Indonesia sekalipun untuk mendapatkan buku ini, saya sanggup dan pastinya akan dapatkan buku ini. Oh tak lupa juga dengan buku Surat Kecil Untuk Tuhan oleh Agnes Danovar. 

SURAT KECIL UNTUK TUHAN

Tuhan . . .
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan didunia ini

Tuhan . . .
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku terjadi pada orang lain

Tuhan . . .
Bolehkan aku menulis surat kecil untuk-Mu

Tuhan . . .
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu

Tuhan . . .
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya

Tuhan . . .
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya

Tuhan . . .
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bias memberikan kebahagiaan kepada ayah dan sahabat-sahabatku

Tuhan . . .
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup kepada siapapun yang mengenalku

Tuhan . . .
Surat kecilku ini
Adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali . . .
Ke dunia yang Kau berikan padaku

"Aliya Zara" D7000 + 70-300mm ISO 1000 f/5.6 1/160 sec.
 

No comments: